Bangun!!?

Juli 24, 2008 at 3:36 am (Uncategorized)

Motivasi Dalam Diri

Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika anda
memiliki motivasi yang kuat dalam diri anda.
Tanpa motivasi apapun,
sulit sekali anda menggapai apa yang anda cita-citakan. Tapi tak
dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam
diri sendiri. Bahkan mungkin anda nggak tahu pasti bagaimana cara
membangun motivasi di dalam diri sendiri.

Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk
menumbuhkan motivasi tersebut. Caranya…? coba simak kiat berikut
ini:

Ciptakan sensasi
Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah
anda saat pagi menjelang.
Misalnya, anda berpikir esok hari harus
mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya
mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk
berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan
kemarin.

Kembangkan terus tujuan anda
Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup
yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih.
Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih
besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup
yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam
hidup anda.

Tetapkan saat kematian
Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu
tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam
hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional.
Anda dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan anda. Sejak
anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai
pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan ‘ajal’ anda
sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi
selama hidup anda.

Tinggalkan teman yang tidak perlu
Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat
mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda,
seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik.
Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda
berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih
menyenangkan dan penuh motivasi.

Hampiri bayangan ketakutan
Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan
diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan
menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda
dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa
takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri
bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.

Ucapkan “selamat datang” pada setiap masalah
Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol.
Suatu
saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan.
Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan
tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda
memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin
sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi
setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih
untuk mencapai tujuan anda.

Mulailah dengan rasa senang
Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba
nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah
merasa ‘tidak suka’ rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda
miliki.

Berlatih dengan keras
Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan
hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih
jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah
pula mengatasi setiap kesulitan.

Kesimpulannya, motivasi adalah ‘sesuatu’ yang dapat menumbuhkan
semangat anda dalam rangka mencapai tujuan. Dengan motivasi yang
kuat di dalam diri sendiri, anda akan memiliki apresiasi dan
penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga anda
pun nggak ragu lagi melangkah mencapai tujuan dan cita-cita hidup
anda..!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

kimOrg

Juni 27, 2008 at 1:43 pm (Uncategorized)

D. UJI TOLLEN UNTUK ALDEHID DAN KETON

  1. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Aldehid dan keton adalah dua dari sekian banyak kelompok senyawa organik yang mengandung gugus karbonil. Suatu keton mempunyai dua gugus alkil yang terikat pada karbon karbonil, sedangkan aldehid mempunyai sekurangnya satu atom hidrogen yang terikat pada karbon karbonilnya. Keton tidak mudah dioksidasi tetapi aldehid sangat mudah teroksidasi menjadi asam karboksilat. Hampir setiap reagensia yang mengoksidasi suatu alkohol juga mengoksidasi aldehida. Garam permanganat atau dikromat merupakan zat pengoksidasi yang populer, tetapi bukanlah satu-satunya reagensia yang dapat digunakan. Disamping oksidasi oleh permanganat dan dikromat, aldehid dapat dioksidasi oleh zat pengoksida yang sangat lembut, seperti Ag+ dan Cu+. Reagensia Tollen digunakan sebagai ragensia uji untuk aldehid. Aldehid itu dioksidasi menjadi anion karboksilat, ion Ag+ dalam reagensia Tollen direduksi menjadi logam Ag. Uji positif ditandai oleh terbentuknya cermin perak pada dinding dalam tabung reaksi. Berdasar akan hal ini, kami melakukan praktikum mengenai aldehid dan keton, senyawa-senyawa seperti aseton, cinnamaldehid, asetaldehid, glukosa, fruktosa kami uji dengan regensia Tollen. Hal ini untuk mendapatkan data apakah senyawa-senyawa tadi termasuk aldehid atau keton. Dan dengan data itu pula kemudian kami dapat mengelompokkan serta mengetahui ciri-ciri dari senyawa yang tergolong aldehid dan keton.

  1. Tujuan

Tujuan dari praktikum adalah dapat membedakan antara senyawa Aldehid dan Keton menggunakan uji Tollen.

  1. TINJAUAN PUSTAKA

Aldehid lebih mudah dioksidasi dibanding keton. Oksidasi aldehida menghasilkan asam dengan jumlah atom karbon yang sama.

[ ]

R C H R C OH

aldehida asam

beberapa uji laboratorium menggunakan sifat kemudahan oksidasi untuk membedakan aldehida dari keton. Salah satu dari uji ini adalah uji Tollen, dimana ion kompleks perak ammonia mudah direduksi oleh aldehida menjadi logam perak. Perak hidroksida tidak larut dalam air, sehingga ion perak harus dikompleks oleh ammonia dalam suasana basa agar tetap larut. Persamaan untuk reaksi dapat ditulis

RCH + 2Ag(NH3)2+ + 3OH RC O + 2Ag + 4NH3 + 2H2O

Untuk melakukan uji dengan pereaksi Tollens, beberapa tetes aldehid atau keton dimasukkan ke dalam pereaksi Tollens yang baru dibuat, dan dipanaskan secara perlahan dalam sebuah penangas air panas selama beberapa menit.

Jika tabung gelas yang digunakan untuk melakukan uji tersebut benar-benar bersih, perak mengendap pada permukaan sebagai cermin.

Keton Tidak ada perubahan pada larutan yang tidak berwarna.

Aldehid Larutan tidak berwarna menghasilkan sebuah endapan perak berwarna abu- abu, atau sebuah cermin perak pada tabung uji

  1. METODE PPRAKTIKUM

    1. Alat dan Bahan

    1. Larutan 10% NaOH

    2. Larutan 10% b/v AgNO3

    3. NH4OH

    4. Etanol 95%

    5. Asetaldehid

    6. Cinamaldehid

    7. Acetone

    8. Glukosa

    9. Fruktosa

    10. Air

    1. Cara Kerja

Menambahkan 20 tetes larutan 10% NaOH kedalam 20 tetes larutan 10% b/v AgNO3. kemudian menambahkan NH4OH tetes demi tetes sampai endapannya hilang (ini adalah pereaksi Tollen)

Melarutkan 1 tetes sampel cair atau satu spatula sampel padat dalam sedikit air atau etanol 95%. Sampel yang digunakan adalah : asetaldehid, cinamaldehid, acetone, glukosa, fruktosa

Menambahkan sample tetes demi tetes ke dalam pereaksi Tollen sambil dikocok, mengamati terbentuknya endapan Ag.

Memanaskan tabung reaksi dalam air mendidih dan mengamatinya

  1. HASIL PENGAMATAN

    1. Sebelum dipanaskan

Larutan

Endapan

Warna

  1. Asetaldehid

Ada, seperti batu-batu kecil dan di dasar dinding menempel larutan berwarna perak tetapi tidak terlalu keras.

Keruh

  1. Cinamaldehid

Serbuk-serbuk yang menempel didinding tidak ada endapan

Coklat kehitaman

  1. Aseton

Tidak ada endapan

Makin bening

  1. Glukosa 10%

Ada, yang menempel didinding yang berwarna perak (reaksinya sangat cepat)

  1. Fruktosa

Ada, membentuk lingkaran seperti cincin yang berwarna perak tua

    1. Setelah dipanaskan

Larutan

Endapan

Warna

  1. Asetaldehid

Masih ada seperti batu kecil-kecil

Bening (agak keruh)

  1. Cinamaldehid

Ada

Coklat kehitaman (lebih terang)
  1. Aseton

Tidak ada

Agak kekuningan

  1. Glukosa 10%

Ada (menempel pada dinding)

Bening agak kekuningan
  1. Fruktosa

Ada, seperti batu dan menempel didinding tabung reaksi

Agak keruh

  1. PEMBAHASAN

Dari praktikum telah didapatkan data-data sebagaimana terdapat dalam hasil pengamatan, dari data itu bisa kita tarik kesimpulan bahwa :

        1. Asetaldehid, senyawa ini termasuk kedalam kelompok aldehid, hal ini karena hasil percobaan ternyata positif dengan referensi bahwa sampel bila direaksikan dengan reagensia Tollen akan menghasilkan endapan dan terdapat cermin perak. Sedangkan hasil pengamatan terhadap sampel ini sendiri didapatkan ada endapan, seperti batu-batu kecil dan di dasar dinding menempel larutan berwarna perak tetapi tidak terlalu keras. Demikianpun ketika dipanaskan beberapa menit untuk mempercepat reaksi.

        2. Cinnamaldehid, untuk senyawa ini juga termasuk kedalam aldehid walaupun dalam hasil pengamatan kami tidak terdapat adanya cermin perak atau paling tidak ada butiran-butiran perak disekeliling tabung reaksi namun pengujian sampel dengan reagensia Tollen ini masih menghasilkan endapan. Tidak adanya cincin perak sebagai indikator aldehid ini dimungkinkan karena sampel yang digunakan sudah rusak, atau dikarenakan sudah tercampur dengan sedikit bahan lain ketika praktikan mengambilnya dengan pipet tetes, sehingga proses reaksi kurang sempurna.

        3. Aseton, hasil pengamatan terhadap sampel ini ketika dereaksikan dengan uji Tollen ternyata tidak terdapat adanya endapan. Hal ini mengindikasikan bahwa sampel ini tergolong keton, sesuai refrensi bahwa suatu keton tidak akan mengalami perubahan bila diuji dengan reagensia Tollen. Dan untuk warnanya sendiri yang berubah menjadi agak kekuningan setelah dipanaskan mungkin karena kecepatan reaksi itu sendiri. Karena pemanasan menyebabkan reaksi semakin cepat.

        4. Glukosa, dari hasil pengamatan didapatkan bahwa sampel ini mengalami perubahan ketika direaksikan dengan reagensia Tollen, yakni terdapat adanya endapan berwarna perak disekeliling tabung. Dari hal ini glukosa dapat dinyatakan sebagai senyawa aldehid.

        5. Fruktosa, hasil pengamatan mendapati adanya endapan berwarna perak disekeliling tabung reaksi. Dari hal ini maka dapat dikatakan bahwa fruktosa termasuk kelompok senyawa aldehid.

  1. PENUTUP

    1. Kesimpulan

Dari praktikum yang telah dilakukan didapatkan data-data mengenai perubahan-perubahan yang terjadi ketika suatu aldehid dan keton ditetesi reagensia Tollen dan dari itulah sampel-sampel yang diuji dapat kita kelompokkan kedalam aldehid atau keton.

Pengelompokkan itu adalah :

Asetaldehid, cinnamaldehid, fruktosa dan glukosa tergolong senyawa-senyawa ALDEHID

Aseton tergolong senyawa KETON

Suatu sampel (senyawa) dapat kita klasifikasikan sebagai suatu aldehid bila setelah dilakukan pengujian dengan reagensia Tollen terdapat cermin perak dan endapan. Sebaliknya bila tidak ada reaksi apa-apa dan tidak terdapat cermin perak dan endapan-endapannya maka sampel (senyawa) tadi termasuk keton.

    1. Saran

Percobaan-percobaan dalam suatu praktikum sungguh membutuhkan ketelitian. Dalam praktikum kimia kali ini yang memang kesemuanya menggunakan reaksi-reaksi kimia sangatlah diperlukan faktor tersebut. Pembuatan bahan sampel dan pelaksanaan percobaan perlu ditingkatkan, mulai dari cara mereaksikannya dan juga kebersihan alat yang digunakan, hal ini dimaksudkan agar hasilnya lebih valid dan tidak melenceng jauh dari referensi-referensi yang telah ada.

DAFTAR PUSTAKA

Fessenden,Ralp J dan J.S.Fessenden.1989.Kimia Organik 2 (edisi ketiga).Jakarta : Erlangga.

Hart, Harold.1987.Kimia Organik (edisi keenam).Jakarta : Erlangga.

http://www.chem-is-try.org

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Ng’triksZzz….

Juni 23, 2008 at 10:50 pm (Uncategorized)


<!––>  2 Metode Mempercepat Browser Firefox

Jakarta – Bagi pengguna Firefox yang ingin menambah kecepatan browser, metode-metode berikut ini bisa dicoba, seperti dikutip detikINET dari Online-tech, Jumat (20/6/2008).

Metode 1:

  1. Buka browser Mozilla Firefox.
  2. Ketik ‘about:config’ pada address bar, lalu tekan enter.
  3. Turunkan halaman sampai Anda menemukan kalimat ‘browser.tabs.showSingleWindowsModePrefs‘, lalu double klik sehingga settingannya menjadi ‘true’.
  4. Turunkan lagi halaman Firefox sampai Anda menemukan baris berbunyi ‘network.http.pipelining‘, lalu double klik sehingga settingannya juga menjadi ‘true’.
  5. Terakhir, turunkan lagi halaman Firefox dan carilah baris yang berbunyi ‘network.http.pipelining.maxrequests‘, lalu double klik. Anda akan disuguhi sebuah window pop up. Ubahlah angka di pop up itu menjadi 60. Kemudian tekanlah ‘Ok’.
  6. Tutup Firefox lalu coba buka kembali. Jika tidak ada masalah, Firefox Anda akan terbuka 10-40 persen lebih cepat daripada sebelumnya dengan langkah-langkah seperti di atas.

Metode 2:Langkah mujarab lain untuk meningkatkan kecepatan Firefox adalah dengan menggunakan add-on untuk Firefox bernama FasterFox. FasterFox ini membuat pemakaian bandwidth lebih efektif sehingga bisa mempercepat performa Firefox. Anda bisa mendownload FasterFox di alamat: http://fasterfox.mozdev.org.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar