Infotek

Prediksi perangkat komputer masa depan : “Flexibel & Organic” !

40 tahun silam yl film fiksi ilmiah “2001 : A Space Oddysey” garapan sutradara terkemuka Stanley Kubrick pada tahun 1968 dengan jitu berhasil memvisualisasikan gambaran ujud komputer masa depan dengan mempertunjukkan perangkat display komputer dengan teknik layar sentuh, hal yang memang tidak dideskripsikan rinci dalam novel fenomenal karya Arthur C. Clarke.
Lantas bagaimana para ahli komputer masa kini memproyeksikan kondisi aktivitas praktek operasional dan prediksi perangkat komputer masa depan ?

Menurut kajian Prof. Roel Vertegaal, pakar Human Media Lab universitas Queens University Computing dari Kanada; aktivitas penggunaan komputer masa depan berdasar fokus kajian atas pola perilaku manusia akan memunculkan penggunaan layar display komputer lembaran film amat tipis & lentur fleksibel; yang cara operasional penggunaannya peka sentuhan dan amat responsif selaras dengan pola gerakan manusia ketika tengah melakukan aktivitas pekerjaan kantor.
Riset Roel Vertegaal dan David Holman mengetengahkan PaperWindows ; yakni lembaran film untuk perangkat display tampilan komputer berujud materi yang amat tipis, fleksibel, dengan kemampuan warna resolusi tinggi dan memiliki kemampuan touch-screen yang amat peka. Segalanya dapat berlangsung dengan penemuan teknologi tinta elektronik: e-ink untuk menampilkan display komputer pada lembaran PaperWindows dengan bantuan kerja alat perangkat pendeteksi gerak Vicon computer vision system yang diset terpasang pada langit-langit di ruangan kerja pengguna komputer.
Maka jadilah apabila seseorang awam —atau khususnya pada tahap awal bisa jadi periset tangguh— tengah bekerja dengan seperangkat pemindai sensor gerak yang canggih model Vicon yang berkemampuan mengikuti gerak-gerik pola kerja selagi tengah beraktivitas komputer; maka munculah cara kerja display PaperWindows yang terbilang canggih sekaligus unik; tampilan display kerja komputer —entah tengah menelusuri situs, sharing file video, aplikasi spread-sheets— pada lembaran film yang amat fleksibel yang dapat dioperaasikan dengan cara membolak-balik lembaran PaperWindows sungguh mirip dengan aktivitas bekerja dengan membuka-buka halaman buku. Malahan lembaran display komputer masa depan dapat dilipat atau dicopot !
Prof. Vertegaal meyakini bahwa riset temuan yang mengetengahkan kajian konsep OUI: “Organic User Interface” pada pola perilaku manusia dipadukan dengan penemuan display komputer lembaran film fleksibel model PaperWindows sungguh akan menjadi pola yang lebih sesuai bagi cara bekerja dengan komputer di masa depan. Proyeksi tampilan display komputer yang ditayangkan pun —semisal iklan Internet, RSS feeer web, ataupun bahkan video YouTube— tidaklah muncul pada display planar layar rata semata namun pada display yang dapat berupa berbagai bentuk fleksibel, semisal tabung silinder: bottle can.
Pemindai gerakan manusia pada perangkat Vicon bekerja mengaplikasikan proses KOI : Kinetic Organic Interface. Sementara perangkat e-ink: electrophoretic ink yang kini telah sampai pada tahap uji proto-type yang menerapkan tayangan dislay komputer fleksibel pada lembaran film tipis sirkuit IC elektronik type organic LED : light emitting diodes yang terdiri atas jutaan sel terpolarisasi yang dapat diaktifkan atau dimatikan dengan aktivasi sinyal hasil sorotan sinar proyeksi yang terhubung dengan komputer. Riset kajian dua-serangkai Vertegaal dan Ivan Poupyrev disajikan dalam publikasi ilmiah Communications of ACM terbitan Juni. Seperangkat sajian video menarik tentang riset ini dapat dilihat pada situs:
http://www.organicui.org/

Prof. Vertegaal mengimbuhkan, bahwa hambatan pada aktivitas komputer untuk dapat lebih merasuk dan meluas dalam aktivitas manusia masa kini adalah kondisi batasan tampilan display yang berujud layar datar model : 2D. Sedangkan apabila interaksi manusia dengan aktivitas kerja komputer dapat berlangsung dalam tampilan model 3D, maka inter-aksi kerja “man with the machine” akan menjadi jauh lebih kaya, inter-aktif serta dapat menjadi tanpa batas. Sampai-sampai Prof. Vertegaal bahkan mengibaratkan aktivitas bekerja dengan komputer pada masa kini yang displaynya terbatas dengan perangkat / layar serba datar / flat seolah bagaikan manusia yang terbelenggu dalam pola pikir sempit berhubung hidup selalu dalam belenggu keterbatasan 2Dimensi;

“(As for today)…people who live in only two dimensions and are narrow-minded as a result”. Demikian kutipan yang diambilkannya dari buku berjudul : “Flatland: A Romance of Many Dimensions”. Sebuah novel satir bernuansa getir terbitan abad 19 !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: